Monday, September 27, 2010

PENGUASA DUNIA

masih inget ama Hitler? wah siapa yg ga tau nama beken ini ya?
Seorang diktator yang mampu menyihir pemuda pemuda Jerman untuk misi dan visinya menguasai dunia ini dengan satu filosofi bahwa bangsa Arya ialah yg terkuat.

ato masih inget ga dengan Shredder, super villain dari teenage mutant ninja turtle... (kura kura ninja bahasa kerennya) yang misinya menguasai dunia slalu digagalkan oleh empat siluman laboratorium ceroboh yang mnjatuhkan serumnya ke 4 kura kura beruntung(ato naas ya? jadi memiliki beban seberat manusia..... lbih berat bahkan....)

Dari aku kecil sampe sekarang kata kata penguasa dunia ini selalu menjadi kata yang seakan akan menang sendiri, egois, diktator, jahat, kejam, melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.

daripada menjadi Superhero aku skarang lebih memilih menjadi Penguasa dunia

HUAHAHAHAHAHA
*background music: seram, horor, menakutkan:"JREEEEENGGGG" diiringi suara petir bersaut2an*

suatu hari nanti aku pengen dengan bangga berkata seperti ini:

AKULAH SANG PENGUASA DUNIAAAAAA




eeiiittsss jangan mikir aneh aneh...

yok aku ajak jalan2 ke alam pikiranku yang sbnernya aga ngaco si


Adobe Ilustrator... bukanlah software design yang aku pelajari waktu masi duduk di bangku kuliah.
waktu itu di kampusku yang tersohor itu... diajarinnya Macromedia Freehand. sebuah software yang fungsinya sama dengan Adobe Illustrator.
Pertama kerja aku juga masi menggunakan Freehand. anak2 kantorku juga beberapa make frihen dan ada juga ilustrator. ga masalah buat bosku selama kerjaan beres. kualitas terjaga.
sampe suatu hari aku pindah kantor.
disana hampir semua Final Artwork Artist, Operator design yang akan merapikan kerjaan kita sampe bner2 final dan siap cetak, menggunakan ilustrator. Mreka sebenrnya ga masalah ketika aku pake frihen. tapi jadi makan waktu sedikit lebih lama karena harus menata ulang di software terkait.

Naaahhh... aku yang cupu mencoba belajar ilustrator.. tapiiii freehand tetep jadi pegangan utamaku... dan buatku frihen is the best. ilustrator tll ribet dan ga praktis.

alhasil aku masih tetep cupu ilustrator.


crita berlanjut sampe suatu hari Adobe membeli Macromedia. yang tentunya disanalah berakhirnya era Macromedia. termasuk Freehand. versi terakhirnya ialah Macromedia freehand MX (alias 11)
sementara ilustrator terus memperbarui fitur2nya. macromedia mandeg disitu dengan kemampuan itu itu aja.

Pikiranku langsung terbajak dan mau ga mau aku harus meninggalkan freehand yang waktu itu sebenrnya masi kompatibel dan relevan untuk duniaku kerja. But i thought "tinggal tunggu waktu sampe aku jadi bodo dan ketinggalan dengan jaman"

Keputusanpun kuambil. I will never use Freehand anymore.

waaaah susahnya.. berpindah dari satu software ke sooftware serupa tapi berbeda itu bukan hal yg gampang. banyak hal yang harus disesuaikan.


tapi sekarang aku dengan bangga bisa bilang. Aku menguasai Ilustrator, hahahahaha





kembali ke penguasa dunia


jadi apa sih dunia itu?

kalo mnurut Alkitab sih
di ROma

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Roma 12:2a



bukan berarti kita harus meninggalkan dunia kan?
but we have to change our mind..

bukan kita yang disuruh menguasai orang2 supaya serupa dengan kita. tapi kita yg berubah.

kayak aku merubah cara pikirku ttg freehand

bgitu pula sharusnya kita merubah pikiran kita ttg dunia.

sampe suatu saat.. kita bisa hidup di dunia ini dengan respon respon yg benar atas segala apa yg ada di dunia ini.


bukankah itu artinya kita menguasai dunia??


hehehe


so


SIAPKAH ANDA MENGUASAI DUNIA ini?


1st change ur mind
metanoia - perubahan cara berppikir.



hav a fruitful day

GBU

Thursday, September 23, 2010

apa Tuhan budeg?

seperti biasa i have a few time for blog reading in d morning
nah hari ini pas lagi maen di blognya om bud,(http://leonhakim.blogspot.com/) mantan bosku di MACS909 ada cerita lucu dan menarik


here we go:

A man feared his wife wasn't hearing as well as she used to and he thought she might need a hearing aid.

Not quite sure how to approach her, he called the family doctor to discuss the problem. The Doctor told him there is a simple informal test the husband could perform to give the doctor a better idea about her hearing loss.

Here's what you do," said the Doctor, "stand about 40 feet away from her, and speak in a normal conversational speaking tone to see if she hears you. If not, go to 30 feet, then 20 feet, and so on until you get a response."

That evening, the wife is in the kitchen cooking dinner, and he was in the den.

He says to himself, "I'm about 40 feet away, let's see what happens."

Then in a normal tone he asks, 'Honey, what's for dinner?" No response..

So the husband moves closer to the kitchen, about 30 feet from his wife and repeats, "Honey, what's for dinner?" Still no response..

Next he moves into the dining room where he is about 20 feet from his wife and asks, "Honey, what's for dinner?" Again no response.

So, he walks up to the kitchen door, about 10 feet away.. "Honey, what's for
dinner?" Again there is no response.

So he walks right up behind her... "Honey, what's for dinner?"

"Ralph, for THE FIFTH time, it's CHICKEN!"



hahahah lucu nih cerita
ibarat pepatah Gajah di seberang lautan nampak, dinosaurus pemakan kandang gajah di pelupuk mata ga nampak

hal ini juga sering terjadi ama doa kita...

"Tuhaaan.. aku udah ribuan kali nanya ama Kamu... kok ga dijawab jawab siii?"

mungkin itu sering kita pikirkan waktu kita punya pergumulan
permasalahannya mgkin bukan Tuhan ga denger
tapi mgkin juga udah ribuan kali Tuhan njawab.. but we cant hear, we didnt listen, or we dont want to....


:)

let's check ourselves, sudahkah Anda minum Yakult hari ini?
ups

sudahkah Anda mendengar dengan benar?

atau masihkan Anda ngeyel ama jawaban Tuhan?

hehehe


be responsive with His will...


hav a fruitful day
:)

juwt
-laughliftlife-

Friday, September 17, 2010

Standing Ovation

Cerita ini aku denger di mobil, di sebuah radio lokal Surabaya…
Aku akan ceritakan ulang versiku (seinget ku maksudnya) hehehe

Here we go

Sebut saja namanya Kenny. Dia pemuda biasa dari sebuah kota biasa, bukan kota besar yang biasa menelurkan orang besar, tapi hanyalah sebuah kota kecil di bawah gunung. Kenny memang dari usia 2tahun punya skill dan talenta yang sangat besar di bidang musik…

Long story short…

Happily ever after, The End…. Ooow noooo that’s the story of fairytales hahaha….

Singkat cerita, Kenny berhasil menjadi seorang musisi besar di kota besar. Namanya dikenal di seluruh pelosok negeri. Sampai suatu hari dia punya kesempatan untuk mengadakan resital di kota asalnya.
Senang luar biasa tentunya, Kenny berlatih dan berlatih memepersiapkan resital “Come Home”nya dengan baik.

Tibalah hari yang dinantikannya…

Dentingan gitar akustik yang emang dipelajari dan ditekuninya sejak kecil mulai mewarnai seluruh sudut gedung pertunjukan di kota itu. Satu per satu lagu dia suguhkan…. Setiap selesai satu lagu, penonton bersoraaaak.. tepuk tangan… standing ovation bahkan….

“Moreeee…. We want moree…” celetuk seorang pemuda di tengah bangku penonton waktu Kenny beranjak dari kursinya dan pamit kepada penonton, yang kemudian diikuti dengan berdirinya seluruh penonton di situ sambil berteriak “MORE MORE MORE MORE MORE”
Kenny tersenyum dan mengucapkan terimakasihnya, tapi sayangnya dia ga memberikan tambahan pertunjukan.

Balik layar… *masih terdengar suara sorak sorai dan teriakan MORE MORE

“kenapa Ken? Bukannya lu masih punya satu lagu yg emang lu persiapin kalo ada waktu lebih bukan? C’mon… u did Great pal..” produser sekaligus sahabat baik Kenny bertanya terheran heran

Sambil mengintip di balik layar, Kenny bilang
“lo lihat bapak tua yang duduk di kursi VIP di atas balkon itu?”

“ya… emang kenapa?”

“He’s not stand up…. Not even clapping his hand man…. Itu tandanya gue masih kurang bagus.. Gue akan berlatih lagi dan kembali lagi kesini ketika aku sudah siap”

“whaaaat? Oh C’mooon dude…. Tujuh ribu penonton Ken.. tu..juh…ri…bu… mereka semua berdiri bersorak mengelu2kan nama lu… masak cuma karena Bapak tua yg ga memuji lu, lu jadi gini? 7000 orang di kota kecil ini bukan orang yang dikit ken.. ini hampir setengah isi kota ini bukan?”

“u don’t know.. u just don’t know… lemme tell u…. Bapak tua itu bukan orang biasa. Dia guru gue, yang bikin gue termotivasi untuk menekuni gitar… Dia yang ga pernah berhenti dengan sabarnya melatih dan memberikan tujuan dalam hidup gw ini…..
terlebih lagi… dia…. Ayahku….
Kalo gue masih belum bisa membuat nya berdiri dan bangga… enam ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang lainnya ga berarti buat gw..”

“….”
Terdiam, produser sekaligus sahabat Keny ini mulai mengerti kenapa Bapak tua itu penting

“Gue akan kembali lagi kesini, dan akan gue buat dia tersenyum, berdiri dan bertepuk tangan tanda kebanggannya akan gue… by the time it happens… kalopun 10.000 orang lainnya ga berdiri… gue ga peduli…. He means a lot to me”

cerita ini lebay sih… tapi mungkin bisa terjadi…

Yesus yang duduk di sebelah kanan Bapa, berdiri… tanda bangga akan Stefanus yang telah rela dirajam untuk membela nama Yesus.
Buat Stefanus, cemoohan ribuan orang yahudi, ga berarti buat dia. Hanya Yesus yang berarti…

Bulan ini di gereja sibuk membahas tentang prioritas, kotbah yang accidentally aku denger di radio di Surabaya ini somehow nyambung ama beberapa kotbah di gereja…
Ketika kita, orang kristen, bilang prioritas nomer satu ialah Tuhan, kedua keluarga, ketiga…. Keempat…. Kelima….

Let’s ask ourselves… Really? Emang bener Tuhan udah jadi priortitas dalam hidup kita?

Ps. Sydney minggu lalu menutup kotbahnya dengan kata kata ini:
Kalo emang Tuhan menjadi yang terutama dalam hidupmu, seharusnya dia bahkan ga masuk dalam list prioritas tersebut. Seharusnya, dia ada dalam setiap nomer, setiap aspek dalam hidup kita.

Dia ada dalam keluarga, Dia ada dalam kerjaan, Dia ada dalam pelayanan, Dia ada dalam setiap aspek besar dan kecil dari hidupmu…
Apakah 6999 orang lain itu bisa menggantikan seorang Yesus yang berdiri dan berkata “well done, my good and faithfull servant”

Cerita ini aku persembahkan buat teman teman Performing Art… yang mungkin uda mulai capek, mulai kebingungan mengatur jadwal, di tengah kesibukan masing masing kita, kita harus latihan 3 kali seminggu.. bahkan 4 kali seminggu dalam 2 bulan ke depan…

Well, let’s remember our first priority.. we do this bukan untuk buat penonton kagum, bukan untuk supaya kita kelihatan keren… bukan untuk melihat 2000 penonton standing ovation… bukan untuk comment facebook “wow kereeen…”, bukan untuk tweet “kalian bermain hebat” yang di retweet ribuan rang lainnya..
Bukan..

We do this because we want to make Him proud… We do this for His glory… His glory only…

Bermegahlah karena Dia… ☺

Let’s learn together
Hav a fruitful day
GBU

Monday, September 6, 2010

MUSIM PEMBANTU

Selamat idul fitri buat yg merayakan

selamat "mbabu" buat yg ga merayakan dan ditinggal ole pembantu

hahahaha

ada sebuah fenomena menarik seputar pembantu yg sering terjadi di Indonesia
sering, bukan selalu... tapi ga jarang dan ga sedikit kasusnya

FENOMENA PERTAMA

terjadi di kota kota besar, apalagi Jakarta.

badai penduduk yang slalu menjadi penyebab kemacetan jakarta slalu bertambah stiap kali slesai lebaran. knapa bisa terjadi? sperti ini kira kira

IYEM(bukan nama sebenarnya, seorang pembantu rumah tangga di ibukota) kepada IJAH sepupunya yng baru berusia 18tahun(baru lulus sma):
eh nduk nduk... kowe wes gedhe saiki.. ayo melu kerjo... juraganku nggolek siji maneh gae anake seng sektas kawin kui....
(dek dek, kamu skarang udah besar, ayo kmu ikut aku, majikanku nyari satu org pembantu lagi untuk anaknya yg baru kawin)

IJAH: ngko iso ktmu artis yo ndek jakarta, bulik? (nanti bisa ktmu artis ya d jakarta, tante?)

IYEM: lho pikirmu sinetron kui digae nang ndi to nduk?? (menurut lo? sinetron dibuat dimana dong?)

IJAH: yowis aku melu bulik.... (Ok deh, gw ikut tan)



itu fenomena pertama yg menyebabkan tambah macetnya jakrta (at least salah satunyalah)



KEDUA

seminggu setelah lebaran,

Bu Suharta, seorang istri saudagar kaya di kota besar... sambil memasang tampang gelisah jalan ke kanan ke kiri tak jelas arah...

"Kemana ini si ijah? kok masih belum dateng ya? bukannya dia harusnya dateng 3 hari yg lalu... aduuuh mana cucian banyak lagi... belum setrikaan yg minggu lalu masi belum kelar... ow shit... that F'ing babu..."

*apa yang kan terjaaaadiii.., cos evriting gonna beeee oooookaaaaaayyy....* ring tone bondan prakoso nyaring terdengar dari hp ibu suharta...


"halo selamat siang...."

"halooo buk... ini aku bu... ijaaaah..."

"ooo ijah!!! kmana aja kamu.. kok blum datang???"


"rrrmmm anu buk... maap... aku ga balik sana lagi.. aku brenti buk.... makasih"

"ga bisa git... *tuuuuut tuut tut tut tut tut*.... tuuu... halo? halo? HALOOOO?"


yep
fenomena pembantu ga balik... itu maslaah laen lagi...
banyak faktor yg nyebabin...
gaji kurang.. dia dapet tawaran yg lebih nggiurin (misalkan ke jakarta bisa ada pluang ktmu artis)


hehehe masih banyak lagi fenomena yg terjadi...

tentunya ga slalu jelek...
ada juga yg tb tb datang bawa oleh oleh banyak.. sampe bawa kambing dari kampung segala...

ato bahkan ada yg ga mau pulamng karena mrasa rumah majikannya adalah rumah dia... they feel more comfortable and happy there than back to their village

tapi itu smua sebab akibat...


Pembantuku, baru pulang kampung kmaren... we were never have a really serious problem... kita bahkan mirip kayak temen sendiri.. bcanda.. de el el...

karena ga dapet tiket kereta, akirnya dia memutuskan pulang bareng temennya naek mootor...

karena dia laki dan masih muda aku rasa its okay... hanya saja aku kasihan ngeliat dia ga ada jaket.. aku n dennis spakat untuk beliin dia jaket kulit tebal.. ga mahal si tapi cukup nyaman untuk berkendara jauh.

pas pamit, aku bilang ke dia untuk bawa kunci rumah... dia bilang ga usah deh... ntar gampang lah...

o ya udah

tapi tb tb terbersit sedikit pemikiran kuatir.. kalo ga balik gmana ya? kalo ga balik salahku apa ya? apa aku kurang memberikan kenyamanan buat dia?

tapi ya sudahlah

ga ada yg bisa kita lakukan.. i think i have done my best... kalo emang dia knapa knapa trus ga balik... ya aku harus siaap juga si...

for everything there is a season...

jadi ya udah.. kalo emang masanya ya sudahlah.. tapi aku yakin masa itu belum datang...



buat kalian yg pembantunya pada pulang kampung...

jadilah pembantu.. coba lakukan apa yg biasa mereka lakukan setiap hari...

bangun pagi.. nyapu ngepel masak... or whatever...


i believe u'll respect them more than before... :d


apa yg diukurkan olehmu ke orang lain akan diukurkan pula kepadamu...

so hati2lah bersikap ama siapapun even itu pembantu...


Tuhan aja memberikan yg terbaik buat kita para "pembantu" nya

why dont u give ur best for Him then?


:)

have a fruitfull Monday...
hope this holyday mood wont ruin ur working mood...
GBU

Friday, September 3, 2010

Perjalanan hidung menuju Tidung

Tidung Island, 28 - 29 Agustus 2010
ini bukan cerita tentang sebuah perjalanan menuju salah satu pulau wisata di kepulauan seribu... tapi sebuah perjalanan seorang juwet melewati sbuah tidung...

here goes my story...

Sehari sebelum keberangkatan kita ke pulau tidung, beberapa anak drama sedang latihan tambahan untuk persiapan pagelaran november... Sampai waktu menunjuk pukul 10.25 (kurang lebih) kita pun beranjak pergi dari Annex bldg pulang ke rumah masing2
"Jangan sampai ketidungan ya besok..." celoteh makcik yang keras terdengar di parkiran.. hahaha.. as usual, ilmu njeplak makcik bikin kita tertawa....

sampe di rumah ternyata aku ga bisa langsung tidung eh tidur haha...
dan tentunya km smua tahu apa akibatnya

YESSS aku ketidungan hahahaha...

janjian ama makcik jam 6.15 nyampe rumahnya, tapi aku baru brgkt jam 6.15...

nyampe rumah makcik jam 6.40... padahal jauh jauh sblumnya Rina, EO kita sudah memperingati dengan keras bahwa jam 7 kapal berangkat...

taxi gamya (eh ga boleh nyebut merek ya?) ok diganti taxi GAMJAH *tapi tetep... yg tadi ga dihapus hahahaha*, kita melucur dengan kecepatan standard relatif cepat. untunglah kita nyampe sana PASSSS jam 7, pASSS rina dkk beranjak dari meeting point menuju kapal.

salah satu hal i want to share with you is the way i have to go thru the harbor...
yap... kampung nelayan...

namanya juga kampung nelayan.. tempat nya para ikan naas berkumpul dan berdoa, mungkin beberapa dr mereka sudah ancang2 dengan ngambil sakramen kematian... ato bahkan beberapa ikan kaya yang tertangkap nelayan situ mulai menuliskan wasiatnya..... nah tentunya BAUNYAAAAA ajeubilaaaahhh.....

Pluit, 5 mins before kampung nelayan,

"wah wet... nanti kalo uda sampe kampung nelayan... baunyaaa aduuuh.. gw di kantor yg d pluit sini aja kalo siang bisa berasa bau bau ga jelas gt... apalagi..." celoteh makcik d perjalanan

"really? sbrapa parahnya si?" tanya gw ga percaya


kampung nelayan,
"apanya yg bau? gini aja kok bau si? dasar lebay anak2 kota" bisik gw dalam hati pas membaca tulisan "KAMPUNG NELAYAN"

tapi tb tb pikiranku dihantam dengan keras oleh sebuah stimulus dahsyat yang mempengaruhi kerja otakku.... tepat sesaat setelah pak supir membuka jendelanya untuk bayar karcis masuk... saat itu pula aku merasakan betapa bersyukurnya aku dengan bantal asemku walopun blum dicuci sebulan....

WUIKKK BAUNYYAAAAAA....

mual dan tak berdaya... melihat ke depanpun aku takmampu.. mata berkunang... pendengaran kacau... suara makcik di seblah sudah berasa kayak suara paus yang di slow motion.. mboooooaaaaaaaeee iiuu waaaaaaa..... *sumpah ini lebay abis hahaha*


Kapal, di atas laut menuju tidung

hamparan laut yang berbatas cakrawala membuat ku sedikit merenung... (ya 3 jam di atas kapal cukup membuatku kebosanan dengan ngobrol/motret, akirnya aku duduk diem di dkat jendela memandang laut biru *jiaahh sok mellow*)

dalam hatiku...
seperti apakah tidung yg katanya bagus itu?

apakah worthed dengan apa yg tadi aku lalui... bangun tidur setengah terpaksa, bau persekutuan doa para ikan yang menyengat, dan uwel uwelan dengan puluhan penumpang lain di kapal yang lebih mirip dengan kapal pengangkut imigran gelap....


n then.. there we are...
Tidung


wow.. such a nice place.. so peacfull
sbuah pulau dengan laut mengelilinginya tanpa ombak, mengurangi keseruan pulau ini... tapi justru menambah ketenangan hati para wisatawan...


well...

for such a pleasure, sometimes pain before it can multiply the peasure...

so if u're in pain right now? mgkin d sbuah persimpangan yg membtuhkan kputusan (yg mana susah sekali milihny) ato di sebuah masalah berat yang kayaknya ga mau lu hadapi, ataooo kamu yg sedang sakit....

percayalah itu smua ada untuk menambah kesenangan di ujung sana... smua usahamu, smua upayamu utk kembali berdiri, kembali mncari sumber yg abadi dan kembali mengerti apa tujuanhidupmu.... smua jerih payah itu pasti akan terbayar... bahkan lebih.... Tuhan kita ga akan sungkan memberi lebih buat kita semua...

anyway,
I enjoyed tidung...

these are the pics i got from there (on progress to upload more n more hehehe)
http://www.facebook.com/photo.php?pid=7084350&id=682358274&ref=notif¬if_t=photo_comment#!/album.php?aid=276706&id=682358274



have a fruitfull day evryone

Juwt
:)